Bunga Pagoda (Clerodendrum japonicum)

Bunga Pagoda (Clerodendrum japonicum)

Tanaman Obat: Bunga Pagoda

Bunga pagda yang biasanya kita temui di pekarangan rumah ternyata memiliki manfaat untuk kesehatan. Tanaman ini memiliki bunga yang mencolok, berwarna merah membentuk pagoda. Tidak hanya bunganya, daun dan akarnya pun banyak digunakan untyk mengobati berbagai macam penyakit.

Khasiat: Membantu mengobati gondok, sulit tidur (insomnia), wasir berdarah (hemoroid), bisul dan korengan, keputihan, mengobati luka, dll.

Cara membuat ramuan obat Bunga Pagoda: Keringkan bunga atau akarnya. Tumbuk atau giling akar / bunga pagoda yang telah dikeringkan tersebut hingga menjadi serbuk. Seduh layaknya ketika minum teh. Minumlah setiap hari sebelum tidur. Ramuan ini berfungsi untk mengobati insomnia.

Jika bermanfaat. Silakan Share :

Bunga Matahari (Helianthus Annuus)

Bunga Matahari (Helianthus Annuus)

Bunga matahari sebagai tanaman obat.

Siapa sangka bunga cantik yang satu ini juga banyak digunakan dalam pengobatan.

Kandungan: Minerals, Kalsium, Tembaga, Zat Besi, Magnesium, Manganese, Phosphorus, Selenium, Zinc, Phyto-nutrients, Carotene, Crypto-xanthin-ß, Lutein-zeaxanthin, vitamin, dll.

Khasiat: Mencegah penyakit kardiovaskular, anti-inflamasi, menenangkan otot, saraf, dan pembuluh darah, mencegah serangan jantung dan stroke, meningkatkan proses detoksifikasi, menurunkan kadar gula dalam darah, baik untuk pertumbuhan anak, mengurangi depresi, bermanfaat untuk perkembangan janin.

Cara membuat ramuan obat Bunga Matahari:

Biji bunga matahari bisa dikonsumsi dengan cara direbus atau digoreng sebagai snack sehat. Selain itu, helai mahkota bunga matahari bisa dikonsumsi karena termasuk tanaman edible flowers.

Jika bermanfaat. Silakan Share :

Bunga Lilin (Pachystachys lutea)

Bunga Lilin (Pachystachys lutea)

Tanaman Obat: Bunga Lilin

Bunga lilin atau Lollipop Plant merupakan tanaman hias dengan ciri khas bunganya berwarna kuning tersusun ke atas membentuk pagoda dan menyerupai udang. Selain sebagai tanaman hias pekarangan, bunga lollipop juga dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.

Kandungan: Alkaloid, pohifenol, saponin.

Khasiat: Mengobati diare

Cara membuat ramuan obat bunga lilin:

Siapkan daun bunga lilin sebanyak 60gr lalu rebus dalam 1 gelas air selama 15 menit. Saring dan tunggu hingga dingin. Minumlah air rebusa tersebut 2-3 kali sehari.

Jika bermanfaat. Silakan Share :

Bunga Kancing (Gomphrena globosa)

Bunga Kancing (Gomphrena globosa)

Bunga Kancing (Gomphrena Globosa).

Bunga Gomphrena (Gomphrena globosaatau bunga kancing, globe amaranth, vadamalli, dan makhmali. Ciri khas dari tanaman ini adalah bunganya yang berbentuk globe (bulat) bernuansa ungu, merah, pink, putih, hingga jingga. Ternyata, selain sebagai tanaman hias, bunga kancing juga banyak dimanfaatkab sebagai tanaman obat.

Kandungan: Amaranthin, polifenol, minyak atsiri, flavon, glutamat, saponin, gomresin, dan dekarboksilase.

Khasiat: Mengobati radang mata, diuretik, obat asma, peluruh dahak, sesak napas, disentri, luka atau koreng, radang saluran napas, obat batuk, penambah nafsu makan, dll.

Cara membuat ramuan obat bunga kancing:

Siapkan 10 kuntum bunga kancing dengan 750 ml air. Rebus hingga airnya tersisa segelas. Minum air rebusan tersebut 3 kali sehari sebanyak 1/3 gelas.

Jika bermanfaat. Silakan Share :

Buah Makasar (Brucea javanica)

Buah Makasar (Brucea javanica)

Tanaman Obat: Buah Makasar.

Buah makassar dikenal juga dengan nama amber merica adalah tanaman yang seluruh bagiannya bisa digunakan sebagai bahan pengobatan. Tanaman ini menghasilkan buah batu berbentuk bulat, berukuran kecil-kecil yang sangat banyak dalam satu.

Kandungan: Minyak lemak, asam linoleat, asam palmitolea, asam oleatm, asam stearat, dll.

Khasiat: Mengobati disentri, malaria, diare, wasir, sakit pinggang, kanker rahim, kanker serviks, kutil, mata ikan, dll.

Cara membuat ramuan obat buah makasar:

Untuk mengatasi keputihan, buah makasar (sekitar 20 buah) direbus direbus dalam pot tanah menggunakan 400cc air. Rebus hingga tersisa setengahnya. Semprotkan air rebusan yang telah didinginkan tersebut pada daerah vital wanita. Lakukan 2-3 kali sehari.

Jika bermanfaat. Silakan Share :

Buah Maja (Aegle marmelos)

Buah Maja (Aegle marmelos)

Tanaman Obat: Buah Maja.

Buah maja (bukan berenuk) memiliki manfaat yang sangat baik untuk tubuh. Ciri khas dari tanaman ini adalah buahnya memiliki buah berwarna hijau dan isinya berwarna kuning-jingga.

Kandungan: Karoten, niasin, vitamin C, thiamin, lemak, kumarin, protein, karbohidrat, steroid, alkkaloida, marmelosina, dan juga minyak.

Khasiat: Meredakan diare, menyembuhkan luka, baik untuk jantung, meredakan lambung yang bengkak, mengatasi sembelit, mengobati gatal pada kulit, membantu meregenerasi sel kulit, menurunkan demam, mencerahkan kulit, dll.

Cara membuat ramuan obat buah maja:

Salah satu bagian yang paling banyak digunakan dalam pengobatan adalah akar dari buah maja. Rebus akarnya dalam segelas air, tunggu hingga dingin dan minumlah ramuan tersebut secara rutin.

Jika bermanfaat. Silakan Share :

Buah Buni (Antidema thwaitesianum)

Buah Buni (Antidema thwaitesianum)

Tanaman Obat: Buah Buni

Buah buni atau di luar negeri dikenal sebagai bacca / berry. Ciri khas dari tanaman ini adalah buahnya yang sekilas mirip anggur, namun ukurannya kecil.

Kandungan: Provitamin A (karotenoid), vitamin C, B1, B2, dan vitamin E, kalium, fosfor, mineral besi, serat, alkaloida dan friendelin.

Khasiat: Meningkatkan daya tahan tubuh, mengobati sipilis, menyehatkan mata, mencegah kanker, melancarkan pencernaan, mengobati penyakit kulit, hipertensi, bisul, jerawat, dll.

Cara membuat ramuan buah buni untuk obat: Buah buni bisa dikonsumsi segar dan daun mudanya bisa dikonsumsi sebagai lalapan.

Jika bermanfaat. Silakan Share :

Brotowali (Tinospora crispa)

Brotowali (Tinospora crispa)

Brotowali atau bratawali adalah salah tanaman obat yang cukup terkenal di Indonesia. Ciri khas dari tanaman ini adalah daunnya yang berbentuk jantung, sedikit bundar, dan berwarna hijau. Batangnya memiliki rasa yang sangat pahit.

Kandungan: Alkaloid, kolumbina, berberina, damar lunak, glikosida pikroretosid, pati, zat pahit pikroretin, palmatin, hars, berberin, dan kokulin (pikrotoksin).

Khasiat: mempercepat penyembuhan luka, menambah nafsu makan, menurunkan gula darah, mengatasi masalah kulit, menurunkan demam, mengobati rematik, menyembuhkan hepatitis, memperbaiki kinerja sistem syaraf, mengobati malaria, gatal, luka bakar, diare, sakint pinggang, memar, nyeri, dll.

Cara membuat ramuan obat brotowali:

Untuk menyembuhkan rematik, rebus daun dan batang brotowali kemudian minum air rebusan tersebut 1/2 gelas per hari.

Jika bermanfaat. Silakan Share :

Boroco (Celosia argentea)

Boroco (Celosia argentea)

Tanaman Obat: Boroco

Tanaman boroco / bayam kucing sebenarnya merupakan tanaman berbunga yang banyak ditemui tumbuh liar dan sebagian lainnya memanfaatkannya sebagai tanaman hias. Ciri khas dari tanaman ini adalah memiliki bunga berwarna ungu-putih mirip ekor kuda atau kemoceng.

Kandungan: Alkaaloida, asam amino, glikosida, tannin, flavonoida, saponin, fitosterol, protein, dan karbohidrat.

Khasiat: Mengatasi keputihan, mutah darah, keratitis (radang kornea mata, hipertensi, dan iritasi mata.

Cara membuat ramuan obat boroco:

Untuk mengatasi tekanan darah tinggi: Siapkan 30 gram biji boroco dalam segelas air mendidih. Diamkan hingga tersisa 1/2 gelas. Biarkan dingin dan minum saat pagi dan sebelum tidur.

Jika bermanfaat. Silakan Share :

Belustru (Luffa aegyptiaca)

Belustru (Luffa aegyptiaca)

Tanaman Obat: Belustru

Belustru adalah tanaman sayuran buah yang masih berkerabat dekat dengan suku labu-labuan. Buah yang telah masak biasanya digunakan sebagai sepon pembersih saat mandi. Selain itu, blustru diketahui memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Seluruh bagian dari tanaman ini bisa digunakan dalam bahan pengobatan tradisional.

Belustru memiliki banyak nama di berbagai daerah seperti timput (Palembang), lopang (Jawa), dodahola (Halmahera), blustru (Melayu).

Kandungan: Luffein (zat pahit), citrulline, dan cucurbitacin. Bijinya mengandung a-spinasterol, protein, cucurbitacin B, minyak lemak, squalene. Getahnya mengandung saponin, xylan, lemak, vitamin B dan C, dan protein. Sabut di dalam buah belustru mengandung galactan, xylose, mannosan, xylan, selulosa, manitosa, saponin, galaktosa, vitamin A, B dan C.

Khasiat: Melancarkan air susu ibu, mengobati demam, batuk sesak, rasa haus, haid tidak teratur, keputihan, mimisan,  bisul, sukar buang air besar, sakit pinggang, wasir, luka bakar, digigit ular, bisul, kurap, sakit tenggorokan, bisul, sinusitis, wasir, dsb.

Cara membuat ramuan obat belustru:

Cara meramu blustru berbeda-beda untuk tiap sakit yang diderita. Kali ini kami akan menjelaskan cara meramu blustru khusus untuk mengobati wasir. Caranya, siapkan segenggam daun blustru lalu ris-iris, daun tersebut kemudian direbus dalam 8 liter air selama 10 menit. Tunggu hingga hangat, kemudian penderita bisa berendam dalam air tersebut.

Jika bermanfaat. Silakan Share :