Gude (Cajanus cajan (Linn.) Millsp)

 Gude (Cajanus cajan (Linn.) Millsp)

Tanaman obat: Gude

Gude atau dikenal pula dengan julukan binatung (Makassar), kacang gude (Jawa), kacang bali (Melayu), kance (Bugis), fouhate (Ternate, Tidore), tunis (Timor), dll. Gude seringkali dijadikan sebagai tanaman pangan sekaligus sebagai pupuk hijau. Tanaman ini menghasilkan polonh dengan panjang 4-10 cm, pipih, berwarna hijau dan berbulu. Bijinya bulat kecil, biasanya dikonsumsi dengan cara dipanggang atau direbus.

Kandungan: Flavonoida, polifenol, saponin, dan tanin.

Khasiat: Mengobati sakit kuning, gangguam perut, sariawan, diare, batuk, batuk berdahak, memar, luka, dll.

Jika bermanfaat. Silakan Share :

Greges Otot (Equisetum debile Roxb.)

 Greges Otot (Equisetum debile Roxb.)

Tanaman obat Greges Otot.

Greges Otot merupakan salah satu tanaman obat dengan ciri khas daun tersusun berkarang, lancip, kecil, berbentuk sisik. Tumbuh tegak dengan tinggi bisa mencapai 1 meter di habitat aslinya.

Tanaman ini dikenal pula dengan nama lain lorogan haji, tropongan, tepung balung (Jawa), tata-ropongan, bibitungan (Sunda), sendep-sendep, rumput betung (Sumatera), dll.

Kandungan: Asam kersik 5%-10%, saponin, asam oksalat, asam akonitat, asam malat, asam tanat, kalium, natrium, dan thiaminase.

Khasiat: Berak atau kencing darah, tulang patah, rematik, wasir, radang usus, hepatitis, demam, flu, diare, radang mata, dll.

Cara membuat ramuan obat dari tanaman greges otot: 

Akar, batang, dan daunnya dicuci bersih lalu dipotmong-potong seperlunya, lalu keringkan. Untuk pengobatan luar, bagian tanaman yang telah dikeringkan sebelumnya dibuat pera. Sedangkan untuk pengobatan dalam, bisa direbus lalu air rebusan tersebut diminum secara teratur.

Jika bermanfaat. Silakan Share :

Gowok / Kupa (Syzygium polycephalum)

Gowok / Kupa (Syzygium polycephalum)

Gowok tidak hanya dimanfaatkan buahnya untuk dikonsumsi, tapi daun dan kulit buahnya juga banyak digunakan sebagai obat yang berkaitan dengan penyakit kulit.

Kandungan: Saponin, flavonoida, polifenol, dll.

Khasiat: Mampu menetralkan alkohol untuk orang mabuk dan mengbati kudis / gatal-gatal.

Jika bermanfaat. Silakan Share :

Gondosuli (Hedychium coronarium)

Gondosuli (Hedychium coronarium)

Gondosuli merupakan tanaman yang masih berkerabat dekat dengan gondomono. Gondosuli ini mempunyai rasa pahit dan hangat jika ditelan. Memiliki daun tunggal yang berselang-seling dan berujung runcing. Biasanya mempunyai bunga majemuk berwarna putih dan beraroma harum.

Kandungan: Flavonoid, polifenol, saponin, minyak atsiri, resin, selulosa, glukosa, albumen, dan asam organik.

Khasiat: sakit kepala, amandel, obat kanker, peluruh keringat, pegal linu, penambah nafsu makan, radang tenggorokan, peluruh haid, dll.

Jika bermanfaat. Silakan Share :

Gondomono (Hedychium Spec.)

Gondomono (Hedychium Spec.)

Tanaman Obat Gondomono.

Tanaman gondomono tergolong dalam tanaman obat. Menghasilkan bunga yang cantik berwarna jingga, daunnya tunggal dan lanser. Rimpang dari tanaman ini telah lama diketahui sebagai obat tumor dan kanker.

Kandungan: Glikosida, pati, resin, minyak atsiri, dll.

Khasiat: Mengobati bronkitis, menambah nafsu makan, mual, muntah, meredakan cegukan, mengobati kanker dan tumor.

Jika bermanfaat. Silakan Share :

Ginje (Thevetia peruviana)

Ginje (Thevetia peruviana)

Tanaman Obat: Ginje.

Tanaman ginje atau dikenal pula dengan sebutan huang hua jia zhu tao di Cina, dan orang Sunda mengenalnya sebagai ki hujan. Tanaman ini memiliki cabang yang banyak dan tumbuh perdu. Batangnya bergetah dan mengandung racun. Daunnya meruncing dan berukuran tajam. Bunganya berwarna kuning berbentuk terompet.

Kandungan: Peruvoside, thevetin A, thevetin B, perusitin, neriifolin, cerberin, ruvosedi (theveneriine), ruvoside, vertiaflavone, neriifolin, peruvoside, theviridoside, neriperside, dll.

Khasiat: Mengobati gagal jantung, cantengan (radang pinggir kuku), menurunkan panas, dll.

Cara membuat ramuan obat dari tanaman ginje:

Siapkan 10-15 helai daun ginje yang masih segar, tumbuk hingga halus, tambahkan sedikit air dan satu sendok makan madu. Aduk hingga tercampur rata, Oleskan pada bagian tubuh yang sakit. Lakukan dengan rutin 2-3 kali dalam sehari.

Jika bermanfaat. Silakan Share :

Geranium 

Geranium 

Tanaman Obat: Geranium.

Salah satu tanaman bunga yang juga banyak dimanfaatkan sebagai tanaman obat adalah bunga geranium. Kandungan minyak esensial yang terdapat di dalamnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Kandungan: Tanin, minyak atsiri, saponin, dan flavonoida.

Khasiat: Meringankan peradangan, menjaga kesehatan ginjal, mengurangi stress, mengurangi nyeri, menjaga sisitem pencernaan, memperbaiki sistem kekebalan tubuh, mengusir nyamuk, dll.

Jika bermanfaat. Silakan Share :

Genjer (Clerodendron Indicum L.)

 Genjer (Clerodendron Indicum L.)

Tanaman Obat: Genjer.

Tanaman genjer adalah tumbuhan yang banyak ditemukan di daerah rawa-rawa , pinggiran sungai, dan sawah. Nama lain dari genjer adalah centongan (Jawa), haleyo (batak), saber (Sunda) dan enceng (Melayu).

Ciri khas dari tanaman ini adalah daunnya yang tumbuh tegak berwarna hijau mengkilap dan memiliki bunga berwarna kuning.

Kandungan: Energi, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B1, serat, flovanoid, polifenol, dan kardenolin.

Khasiat: Menambah nafsu makan, meremajakan sel-sel tubuh, sebagai cadangan energi, mencegah sembelit dan kanker kolon, menguatkan tulang, mengurangi resiko penyakit kanker dan jantung, anti kuman alami, mengobati anemia, mengatasi keracunan.

Cara membuat ramuan dari obat daun genjer:

Siapkan 6 lembar daun genjer, potong lalu cuci bersih. Daun tersebut kemudian dihaluskan, tambahkan madu secukupnya. Hunakan ramuan tersebut untuk obat luar dengan cara mengoleskannya pada daerah dada yang sakit.

Jika bermanfaat. Silakan Share :

Gendola / Binahong Merah (Basella rubra L.)

 Gendola / Binahong Merah (Basella rubra L.)

Tanaman Obat: Gendola.

Tanaman gendola atau dikenal pula sebagai kandula (Madura), gandola (Sunda), lembayung (Minangkabau), poiloo (Gorontalo), tatabuwe (Sulawesi Utara), dsb. Tanaman ini banyak tumbuh liar dan kini dimanfaatkan sebagai tanaman herbal. Ciri khas dari tanaman ini adalah daunnya berwarna kemerahan, adapula yang berwarna putih. Untuk gendola merah, daun, batang dan tulang daunnya juga berwarna merah.

Kandungan: Organic acid, glucan C, carotene, aldonic acid, vitamin A, B, dan C, saponin, tanin, dsb.

Khasiat: Mengatasi flu, obat diare, mengobati campak, obat radang usus buntu, mencegah infeksi saluran kencing, obat sembelit, menyembuhkan anyang-anyangan, mengatasi berak berdarah, mengatasi cacar air, melancarkan BAB, dll.

Cara membuat ramuan obat dari daun gendola:

Untuk mengobati flu: Siapkan 10gram daun gendola yang masih segar, rebus dalam 1 gelas air sekitar 15 menit. Setelah dingin, saring airnya dan tambahkan sedikit garam. Minum ramuan tersebut saat pagi dan sore hari secara teratur.

Jika bermanfaat. Silakan Share :

Gempur Batu / Keji Beling (Ruellia napifera)

 Gempur Batu / Keji Beling (Ruellia napifera)

Tanaman Obat: Gempur Batu.

Tanaman daun gempur batu adalah salah satu tanaman yang telah lama dikenal sebagai tanaman herbal. Tanaman ini banyak ditemukan tumbuh baik di daerah dengan tingkat kelembaban tinggi. Ciri khas dari tanaman ini adalah daunnya yang berwarna hijau dan terdapat banyak bulu halus di permukaannya.

Tanaman ini dikenal pula dengan sebutan daun keji beling, pecah beling, tutup bumi, enyoh kalo, dan lain sebagainya.

Kandungan: Natrium, ferum, kalium, Vitamin B1, B2, dan vitamin C, kalsium, fosforus, tanin, antiosidan, dan glikosida.

Khasiat: Menyembuhkan penyakit kencing batu, sebagai obat batu ginjal, melancarkan buang air kecil, mencegah sembelit, mengatasi sakit kuning, anti tumor, mengatasi wasir, anti tumor, mengobati maag, anti kolesterol, obat diare, gatal-gatal, baik untuk lambung, dll.

Cara membuat ramuan obat dari tanaman gempur batu:

Siapkan sekitar 7 lembar daun gempur batu, 30 gram daun semanggi, dan 7 lembar daun kembang bungang. Bersihkan semua daun tersebut dan rebus bersama-sama dalam 800cc hingga tersisa setengahnya. Minumlah air rebusan tersebut secara teratur 2 kali sehari.

Jika bermanfaat. Silakan Share :